Mengenal Jenis-jenis Penyu di Dunia

Tahukan kamu jika penyu awalnya mencapai 30 spesies, saat ini hanya tersisa 7 spesies. Di Indonesia dapat ditemukan 6 spesies, diantaranya 4 spesies bertelur dan hidup di perairan, sedangkan 2 spesies lagi hanya hidup di perairan dan belum pernah teridentifikasi bertelur di pantai peneluran yang ada di Indonesia.

Berikut ulasan jenis-jenis penyu di yang ditemukan bertelur di Indonesia:

Penyu Hijau. www.pixabay.com

1. Penyu Hijau / Green Turtle
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Testudines
Famili: Cheloniidae
Genus: Chelonia
Spesies: Chelonia mydas
Nama lokal: Penyu Hijau, Penyu Daging (Bali), Penyu Pendok (Karimun Jawa), Penyu Sala (Sumbawa), Katuwang (Sumatera Barat), Panyo' Kambau (Paloh), Teteruga Ikan/Teteruga Ketapan (Buru).

Penyu Sisik. www.pixabay.com

2. Penyu Sisik / Hawksbill
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Testudinata
Famili: Cheloniidae
Genus: Eretmochelys
Spesies: Eretmochelys imbricata
Nama lokal : Penyu Sisik (Bali, Jawa Barat, Sumatera Barat, Pulau Seribu,  Sulawesi, Kalimantan Timur), Penyu Sisir (Madura), Penyu Genting (Jawa Timur), Panyo’ Sisek (Paloh), Teteruga Kerang (Buru).

Penyu Lekang. Sy. Yulius Hadinata

3. Penyu Lekang / Olive Ridley
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Reptilia
SubClass : Anapsida
Ordo : Testudines
Famili : Chelonidae
Genus : Lepidochelys olivacea
Nama lokal : Penyu Sisik Semu, Penyu Lekang, Penyu Batu, Penyu Abu-abu, Penyu Slengkrah (Jawa Timur), Panyo’ Karahan (Paloh), Teteruga Sisir (Buru).

Penyu Belimbing. NOAA Photo  Library

4. Penyu Belimbing / Leatherback
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Testudinata
Subordo: Cryptodira
Famili: Dermochelyidae
Genus: Dermochelys
Spesies: Dermochelys coriacea
Nama lokal : Penyu Belimbing, Panyo’ Timbau (Paloh), Salawaku/Heno Takope (Buru)

Sedangkan di bawah ini yang hanya hidup di perairan, belum pernah teridentifikasi di pantai peneluran:
Penyu Tempayan. www.pixabay.com

5. Penyu Tempayan / Loggerhead
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Reptilia
SubClass : Anapsida
Ordo : Testudines
Famili : Chelonidae
Genus : Caretta
Spesies : Caretta caretta
Nama lokal : Penyu Karet, Penyu Merah, Penyu Tempayan

Penyu Pipih. Lyndie Malan

6. Penyu Pipih / Flatback 
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Reptilia
SubClass : Anapsida
Ordo : Testudines
Famili : Chelonidae
Genus : Natator
Spesies : Natator depressus
Nama lokal : Penyu Pipih

dan yang terakhir yang tidak bertelur dan tidak pula hidup di perairan Indonesia namun ada di negara lain di dunia.

Penyu Kempi. Emőke Dénes

7. Penyu Kempi / Kemp's ridley 
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Testudines
Suborder: Cryptodira
Family: Cheloniidae
Genus: Lepidochelys
Species: Lepidochelys kempii
Share:

Regulasi Perlindungan Penyu


Penyu sebagai spesies purba sudah dilindungi sejak tahun 1990 dan hingga saat ini masih berlaku regulasinya. Bahkan semakin diperkuat dengan regulasi serupa yang dikawal kementerian berbeda. Ini terjadi karena populasinya yang terus menurun akibat faktor alam dan manusia.

Pemerintah Republik Indonesia tak tanggung-tanggung memproteksi keberadaan sang penjelajah laut ini, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memegang peran dalam melindunginya, semuanya bersinergi satu sama lain. Regulasi tersebut yaitu:

  1. Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya;
  2. Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan;
  3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
  4. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2014 tentang Kewenangan Desa;
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 07 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa; 
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 1999 Tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa; 
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 Tentang Konservasi Sumber Daya Ikan; 
  8. Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1978 Tentang Pengesahan Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora; 
  9. Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 526 Tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya;

Walaupun sudah banyak regulasi, masih saja dijumpai kasus-kasus perburuan, pencurian telur, perdagangan dan konsumsi terhadap spesies penyu. Karena akar masalahnya bukan hanya dari sisi regulasi dan penegakan hukum, namun juga pada tingkat penyadartahuan masyarakat. Peran bersama menjadi langkah paling konkrit untuk melindungi penyu yang pada hakikatnya penyu berperan melindungi manusia dari rusaknya keseimbangan ekosistem laut.
Share:

Secercah harapan untuk kelestarian penyu

Hermanto (33 tahun) memarkirkan sepeda motornya di tepi pantai setelah melihat jejak penyu yang naik ketika ia sedang patroli pengamanan di pantai peneluran penyu, Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat. Malam itu, Senin (02/07) adalah jadwal kelompoknya bertugas.
Herman, demikian ia biasa disapa adalah anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kambau Borneo. Bersama kelompok inilah, ia menjalankan tugasnya untuk melakukan patroli pengamanan sekaligus pendataan penyu yang naik ke pantai untuk bertelur.

Perlahan ia menyusuri jejak yang terbentuk di pasir putih tersebut. “Tolong matikan rokoknya Mas, penyu sensitif sama cahaya,” katanya saat kami sudah mendekat ke reptil yang telah melewati jutaan tahun evolusi ini. Penyu memang peka terhadap cahaya dan gangguan-gangguan lainnya. “Jika merasa terganggu, maka ia akan urung untuk bertelur. Paling aman untuk mengamatinya adalah saat penyu sudah mengeluarkan telur-telurnya, menimbun dengan pasir dan saat ia akan pulang ke laut,” tambahnya.

Penyu yang naik adalah jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas). Jumlah telurnya persarang kurang lebih mencapai 113 butir. Sebelum Herman turun ke lapangan, ia telah dibekali dengan pengetahuan dan pelatihan tentang spesies laut ini.

Pokmaswas Kambau Borneo didirikan tanggal 25 Mei 2011 dengan anggota sebanyak 26 orang. Pembentukan kelompok ini diprakarsai oleh masyarakat Paloh yang prihatin dengan maraknya perdagangan ilegal telur penyu dan semakin sedikitnya penyu-penyu yang naik ke pantai peneluran. Mereka memiliki kepedulian yang sama, bagaimana menjaga kelestarian penyu Paloh, melindungi spesies langka itu dari para pemburu telur penyu.


Walaupun usia kelompok ini relatif muda, tidak demikian dengan prestasi membanggakan yang telah ditorehkan. Untuk musim puncak peneluran tahun yang lalu, anggota kelompok ini berhasil mengamankan sarang sebanyak 95% dari jumlah penyu yang naik untuk bertelur. Ini merupakan suatu usaha yang patut diacungi jempol mengingat anggota kelompok ini tidak digaji selama bertugas. “WWF berusaha mendampingi kelompok ini dengan bantuan berupa logistik dan transportasi selama mereka bertugas,” tutur Dwi Suprapti, Koordinator WWF-Indonesia Program Paloh.

Tantangan yang dihadapi selama bertugas juga terbilang tidak mudah. Mereka harus menghadapi para pemburu telur penyu yang selalu berganti-ganti modus operasi agar bisa mengelabui para petugas. Pergulatan batin juga kerap dialami ketika yang dihadapi adalah sesama masyarakat, baik tetangga maupun saudara atau keluarga. Mereka juga sering mendengar tudingan yang miring tentang pekerjaan ini. Namun semua bisa mereka atasi. Usaha yang gigih selalu akan membuahkan hasil.

Sambil menunggu penyu menggali sarang, kami duduk dan berbincang memandangi lautan. Berkisah tentang  pemikiran yang sering hinggap dibenaknya. “Ini milik kami, siapa lagi yang akan menjaganya agar tetap lestari? Jangan sampai generasi mendatang hanya bisa mendengar cerita tentang penyu-penyu di Paloh. Perlu adanya penyadaran ke masyarakat dan ini tidaklah mudah,” ungkap Herman. Dari ketegasan suaranya ada sebuah keinginan yang kuat. Dimana harapan akan jejak masa depan Penyu Paloh terekam di sepanjang pasir putih seiring dengan langkah kecil para tukik menuju cakrawala untuk mengarungi samudera.

Sumber: https://www.wwf.or.id/?25602/Secercah-harapan-untuk-kelestarian-penyu
Share:

Postingan Populer

Newsletter

Mengenal Jenis-jenis Penyu di Dunia

Tahukan kamu jika penyu awalnya mencapai 30 spesies, saat ini hanya tersisa 7 spesies. Di Indonesia dapat ditemukan 6 spesies, diantaranya 4...